Langsung ke konten utama

Postingan

curhat 2

selamat malam bunga-bunga kering yang masih saja kuat bertahan pada sungai tak berair. kali ini aku berdiri pada tepi tebing dan siap jatuh. sungguh mengerikan. aku tak tahu apa yang ada di dasar jurang itu. mungkin duri-duri beracun atau ada tangga baru untuk mendaki puncak lain yang lebih tinggi dan lebih baik. semoga saja itu, tapi aku tahu apa yang ada di dasar jurang itu. seperti cerita mengambil keputusan tanpa memperhitungkan untung ruginya. seperti bunga kering yang ingin tetap hidup namun tidak ada air disekitarnya. sungguh membingungkan. aku masih menjadi bunga kering. besok adalah awal ceritaku untuk terjun pada dari tepi tebing. aku tak peduli bagaimana rasanya jatuh, bukankah sebuah keputusan bagaimanapun itu, tetap akan menghasilkan sesuatu yang membahagiakan. Tuhan selalu punya rencana yang tak pernah kita tahu. jangan mendahuluiNya. maka keputusanku berani untuk jatuh, karena aku yakin Ia mampu dan lebih mampu dari siapapun juga untuk membangkitkanku dari rasa sakit. J...

curhat 1

aku seperti bunga kering di tepi sungai yang kerontang. diterpa sinar matahari, terpanggang panasnya di kemarau yang panjang.tak memiliki pilihan antara bertahan atau menyerah pada keadaan. tak tahu bagaimana cara menyelamatkan hidup. bunga kering yang kelopaknya semakin layu. bunga kering itu adalah aku. yang tak tahu dunianya sendiri. aku merasa tersesat dalam jalan buntu gelap tak tahu arah melangkah. tak tahu tujuan, tak mengerti mana selatan, utara, barat, atau timur. aku selalu berjalan mencari jawaban dari setiap pertanyaanku, tapi jawaban itu masih terasa kosong, tak bermakna. dunia ini, apa itu? aku belajar dan terus belajar. belajar mengerti dan memahami apa yang sebenarnya aku mau dan aku inginkan, belajar apa yang sebenarnya aku cintai dan yang tidak aku cinta. tapi dunia ini terlalu rumit. terlalu banyak orang yang terlihat baik, meski dalam keadaan menahan benci. terlalu banyak orang memperjual belikan kejujuran dan kebohongan, hingga tak dapat dibedakan mana yang baik m...

Bas, Bis, Bus (kisah klasik untuk Penumpang )

Ada yang pernah naik bus? Pasti hampir semuanya pernah dong, tapi pasti ada juga yang belum, walaupun yg belum ini cuma beberapa aja. Tempat yang aku tinggal saat ini, namanya adalah Yogyakarta. Ada kendaraan umum dengan tarif yang murah mengantarkan kita kemana aja walaupun jalannya kadang juga muter-muter, namanya trans jogja disingkat teje. Temanku yang asli jogja, hampir belum pernah naik teje. Maklum sih, dia kemana-kemana naik motor. Beda sama aku, yang belum ada motor, jadi kendaraan umum seperti bis adalah sahabat setiaku yang menemani kemanapun aku pergi. Bukan cerita tentang sejarah bus, macam-macam bus, atau bukan juga tentang daftar nama bus beserta nama sopir dan kondekturnya. Tekadang orang yang naik bis itu tidak meyadari apa yang terjadi di dalam bis. Penumpang hanya naik, diam sepanjang perjalanan, membayar pada kondektur, udah sampai tujuan turun dan urusan selesai. Sebenarnya kalau mau sedikit memperhatikan ada beberapa hal menarik yang terjadi dalam bis.

Raffi, My LAptop

Hai, kenalin, namaku Raffi, kepanjangannya Rafi Amat Compaq Presario. Kalian bisa panggil aku Raffi. Aku adalah Laptop berasal dari Marga Presario keturunan Compaq. Aku tinggal di Karangmalang A 14b, rumah kos yang indah, asri tapi panassss. Aku satu kamar sama Sahabat baikku yang udah nemenin aku selama dua tahun ini. aku panggil dia Mbak Deta. Pertemuan kita waktu itu lucu banget. Ah, jadi pengen ketawa deh kalo inget. Awalnya aku nggak ngerti kenapa mbak Deta itu milih aku buat jadi sahabatnya. Pas kita udah temenan lama, mbak Deta curhat sama aku. Katanya dia udah pengen laptop sejak SMA, tapi kakeknya belum bisa beliin. Setiap kali dia selalu ngerengek sama kakeknya buat dibeliin laptop, tapi kakeknya tetep aja diem. Sampai pada suatu saat dimana mbak deta nyerah sama keadaan, pasrah, menangis, tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba dia ambil pisau. Bahaya banget. Cuma karena nggak dibeliin laptop, mbak deta mau bunuh diri. Eh, bukan-bukan, pisaunya buat ngiris bawang merah, pa...

Abu-Abu atau Pelangi

sahabat pelangiku SMA Masa muda, masa yang berapi-api. Mungkin itulah jargon yang menghantui hati setiap remaja, tak terkecuali aku. Mulai menginjakkan kaki di SMA, duniaku serasa banyak warnanya. Bukan hitam, bukan pula putih atau hanya sekedar abu-abu, lebih dari itu. Duniaku SMA, seperti ada pantulan pelangi setiap hari dari langit yang jatuh dalam kisahku. Berawal dari masuk SMA yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan. Sekolah kecil, yang hanya terdiri dari tiga kelas, muridnya sedikit, gurunya juga sedikit. Parahnya, kepala sekolahnya adalah kakekku. Menyebalkan, aku harus berada satu sekolah dengan kakekku, dan bisa dibayangkan bagaimana teman-teman, kakak kelas, dan guru-guru memandangku keheranan. Sungguh tidak mengenakkan diawal menghormati bendera, saat upacara sebelum MOS dimulai. Mencium baunya SMA saja serasa tidak enak. Suasana MOSpun tak lebih dari sekedar suasana yang amat membosankan, dibanding harus memakai atribut orang gila seperti sekolah lain. Mungkin ...

Gara-gara 2 film Galau

ket. Film Radio Galau fm Dua hari yang lalu aku baru aja liat film Kambing Jantan punya Raditya Dika. Oke, aku tahu, itu film udah diputer pas aku masih SMP. Sekarang umur aku udah 20 tahun, pasti orang bakal ngomong aku katro. Biarkan orang berkata apa, karena senyatanya orang-orang disekitar aku malah ada yang belum nonton. Kesimpulannya aku hidup di lingkungan yang tingkat pergaulannya rendah. Tapi kalau misalnya aku nonton itu film pas SMP, aku nggak bakal bisa nangkap maksud dari film. Belum saatnya otakku yang masih unyu unyu lembut ngeliat film itu di umur 14 tahun. Malah yang ada aku tangkap dengan mentah-mentah. Malah mikir kalo pacaran manggil kebo dan kambing itu romantis. Kalo aku nonton sekarang, mikirnya kan jadi lain, ada nilai-nilai yang bisa aku dapet dari film. Harus bisa menangkap dengan intelektualitas yang tinggi. Aku kan mahasiswa coy, bergaya pinter dikit laah, nggak ada yang tahu juga kan IPK yang aku dapet berapa, yang penting keliatan pinter ngomongnya. ...

Banjir Jakarta dari Masa Ke Masa

Melihat Jakarta saat ini, memunculkan keprihatinan dari masyarakat Indonesia. Jantung kota dari Indonesia tersebut lumpuh, karena hampir seluruh Jakarta terendam banjir. Peristiwa banjir   kemarin (17/01) bisa dibilang menjadikan Jakarta sebagai kota mati yang penuh dengan air. Jika sudah seperti ini, akan banyak timbul kontroversi disana sini, sebagian menyalahkan pemerintah, sebagian menyalahkan masyarakat yang tak mau menjaga lingkungan, dan sebagian yang lain, mulai melakukan gerakan peduli lingkungan. Sayangnya, kepedulian terhadap lingkungan ini datang ketika peristiwa banjir ini datang, bahkan sampai memakan korban jiwa.   Ada baiknya jika peduli lingkungan ini kita lakukan sedari hal-hal kecil,ketika banyak orang menyerukan untuk membuang sampah pada tempatnya, sebaiknya diri sendiripun memunculkan rasa kesadaran bahwa hal kecil membuang sampah pada tempatnya memberikan manfaat yang luar biasa hebatnya. Perlunya pengetahuan sejarah mengenai banjir menjadi penti...