Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Ketika Langit Menyapa

Saat ini, Andrea selalu menunggu waktu malam. Menikmati udaranya, meresapi heningnya dan mengamati mereka yang masih saja sibuk saat malam, setelah seharian beraktivitas. Malam menjadi waktu yang selalu ditunggu oleh Andrea. Karena di malam hari, adalah waktu yang tepat untuk mengamati Langit. Buat Andrea, ada Langit yang paling cerah malam itu, yang tidak menunjukkan gelapnya seperti langit yang lain. Langit yang disadari atau tidak selalu memberikan keteduhan bagi orang-orang di sekitarnya. Langit yang selalu berarti untuk Andrea. Hanya saja, malam ini Andrea merasa aneh. Langit yang beberapa hari ini ia anggap mendung, kembali menunjukkan cahayanya. Ia bersinar, menyapanya kembali. Tapi Andrea merasa aneh. Aliran darah yang selama ini berasa membeku ketika menatap Langit, malam ini terasa biasa. Andrea juga mencoba untuk menyapa Langit seperti biasa, bahkan Andrea juga tidak merasa spesial. Entah apa yang Andrea rasakan, biasanya bertemu Langit adalah sesuatu yang menambah endorfin...

Berpaling

Sama halnya dengan sulit melepaskan melupakanmu adalah keniscayaan Jika setiap hari, kamu masih kulihat, suaramu masih kudengar sama halnya dengan melupakan akan mudah jika kau tidak disini Tapi, aku tidak ingin melepaskan dan melupakan Bagaimana bisa aku melakukannya, mengenggammu saja aku belum pernah tapi hatiku terlanjur terpaut aku tenggelam dalam imajinasi memiliki kemudian, terpenjara dan tak ingin pergi Jika harus kulepaskan, harus kutemukan alasan bahwa memang kau tak ingin ku genggam Jadi, tolong mendekatlah lagi, aku tak kuat melihatmu menjauh

Menunggu Untuk Bertemu

Hanya untuk bertemu tanpa bertegur sapa hanya saling menatap, tanpa berbagi canda tawa kini aku menunggu waktu untuk duduk di sampingmu tidak lebih dari 15 menit bahkan tanpa kau ajak bicara hatiku bertanya, ada apa? tapi mulutku tak mampu berucap untuk sekedar bertanya kita dalam ruang yang sama tapi kau seperti tak menganggapku ada tak taukah kau aku menunggu hanya untuk di dekatmu aku menunggu hanya untuk kau sapa aku menunggu melihatmu seperti yang dulu ah, sudahlah, cukup berpuisinya mungkin aku hanya rindu tak biasa mengenalmu yang seperti itu tak biasa melihatmu yang tiba-tiba berlalu hey, sadarlah, menengoklah! aku menunggumu, menunggu ceritamu aku berdoa, semoga kau kuat dengan segala yang kau lalui setelah semua yang kau lalui, aku berharap kau menengok, menjemputku yang menunggu kok tetep berpuisi sih? hahaha

Lirik Salah Caramu by Dengarkan Dia Band

Kau datang tiba-tiba Memberikan segalanya Kau adalah seorang pria Seperti yang selama ku damba Namun, entah mengapa Kau tak mampu munculkan rasa Hingga hati ini bicara Tolong pergi jauh dariku Hadirmu membuatku terganggu Salah caramu sadar kau bukan untukku Namun, entah mengapa kau tak mampu munculkan rasa hingga hati ini bicara tolong pergi jauh dariku hadirmu membuatku terganggu salah caramu sadar kau bukan untukku