Langsung ke konten utama

Bas, Bis, Bus (kisah klasik untuk Penumpang )


Ada yang pernah naik bus? Pasti hampir semuanya pernah dong, tapi pasti ada juga yang belum, walaupun yg belum ini cuma beberapa aja. Tempat yang aku tinggal saat ini, namanya adalah Yogyakarta. Ada kendaraan umum dengan tarif yang murah mengantarkan kita kemana aja walaupun jalannya kadang juga muter-muter, namanya trans jogja disingkat teje. Temanku yang asli jogja, hampir belum pernah naik teje. Maklum sih, dia kemana-kemana naik motor. Beda sama aku, yang belum ada motor, jadi kendaraan umum seperti bis adalah sahabat setiaku yang menemani kemanapun aku pergi.

Bukan cerita tentang sejarah bus, macam-macam bus, atau bukan juga tentang daftar nama bus beserta nama sopir dan kondekturnya. Tekadang orang yang naik bis itu tidak meyadari apa yang terjadi di dalam bis. Penumpang hanya naik, diam sepanjang perjalanan, membayar pada kondektur, udah sampai tujuan turun dan urusan selesai. Sebenarnya kalau mau sedikit memperhatikan ada beberapa hal menarik yang terjadi dalam bis.

Menginjak umurku yang ke 20 tahun ini, aku belum punya motor, dan aku berasal dari keluarga yang nggak mau ngajarin aku naik motor, jadi maklum kalau sampai sekarang naik motorku masih terbata-bata. Pernah beberapa kali latihan sama temen, tapi hasilnya sampai sekarang nggak bisa-bisa karena latihannya nggak rajin. Akhirnya hidupku amat tergantung dengan kendaraan umum. Sebagai pendatang di Jogja, tiap satu minggu atau dua minggu sekali aku pulang menuju rumah tercintaku di Magelang. Aku harus menempuh perjalanan yang jauh dan berganti bis selama tiga kali. Berawal dari Kampus, Terminal Jombor, Armada dan baru sampai rumah. Bis yang bisa dinaiki macam-macam sih. Kalau dari kampus aku lebih seneng naik trans jogja. Karena haltenya deket kampus dan ada acnya. Biasanya aku pulang dari Jogja pas panas-panasnya, jadi dengan naik teje bisa ngadem sebentar. Nah di teje ini aku tidak begitu memperhatikan pak sopir maupun penjaga pintunya. Oh ya, nggak ada kondektur di teje, yang ada penjaga pintu atau kernet.
Ada beberapa hal perlu diperhatikan, ketika kamu naik trans jogja :
1.      Hati-hati jika melompat mau masuk, karena selalu berdesak-desakkan.
2.      Usahakan masuk awal, agar langsung dapat tempat duduk, tapi utamakan juga ibu hamil, ibu yang menggendong anaknya, dan orang tua banget.
3.      Jangan lupa pake deodorant. Kalau kamu nggak dapet tempat duduk, satu-satunya cara adalah kamu bergelantungan pada tali-tali yang sudah disediakan, jadi agar tidak bau ketek.
4.      Amati wajah penumpang satu persatu atau yang spesial, karena mungkin saja dia akan satu bis terus sama kamu, atau menuju tujuan yang sama. Kalau kamu lupa bawa dompet atau merasa takut sendirian, dia bisa jadi teman sementara buat kamu.
5.      Jangan duduk di sebelah orang yang badannya lebih ‘besar’ dari kamu. Karena kamu akan kalah, alias kamu bakal tersungkur dari tempat duduk.
6.      Di teje tidak ada yang merokok, tidak ada yang mengamen, dan tidak ada pengemis, jadi uang  receh kamu aman. Namun hati-hatilah dengan orang yang mungkin memandangmu dari atas sampai bawah, atau dari bawah sampai atas, dia punya niat terselubung, atau mungkin dia menjalankan cara dari nomor 4.
Sesudah naik teje, sampailah di Terminal Jombor. Hati-hati dengan segala bujuk rayu para kondektur, kernet, sopir bis..  Mereka biasanya berteriak menawarkan daerah tujuan bis, contohnya: Magelaaaaang, Semaraaaaaaang. Seperti itu beberapa kali. Orang tua, anak muda ditawari dengan cara yang halus, tapi kadang juga dengan berteriak. Kalau kita udah naik bis, tiba-tiba kita kebelet pipis, atau adik kita yang kebelet, nggak mungkin lagi bisa ditahan, maka kondektur akan naik darah. Pernah suatu hari, ada pasangan kakek nenek beserta cucunya naik bis. Si cucu yang masih kecil, kebelet pipis, terus sang kakek mengantarkan ke kamar mandi terminal. Bis sudah bersiap untuk berjalan, maka sang nenekpun menahan pak sopir untuk berhenti dulu, karena cucunya masih diluar. Sang sopir membalas dengan halus. Tapi sang kondektur, tiba-tiba membentaknya. Mungkin karena cucunya lama, dan bis akan berangkat. Kasihan nenek itu. Akhirnya sang kakek dan cucunya sudah kembali di bus, diiringi dengan gerutuan sang kondektur. Cucupun tersenyum bahagia melihat bus berjalan dengan kencang, dia tidak tahu neneknya baru saja dibentak oleh orang lain.

Hal yang paling menyebalkan adalah ketika kita naik bus yang sudah berdesak-desakkan, sudah penuh, ditambah lagi penumpangnya. Kalaupun sudah sampai tujuan kita akan disuruh cepet2 turun. Belum lagi jika bis melaju kencang dan kita duduk di depan, seperti sedang bermain balapan dengan nyata.
Makanya pelu diperhatikan hal-hal berikut jika kalian mau naik bus ekonomi antar provinsi :
1.      Pilih bis sesuai selera tapi sesuai juga dengan tempat tujuan.
2.      Jangan terburu-buru naik bus, bisa jadi salah bus, dan tersesat.
3.      Jangan terlalu memaksakan diri untuk naik bus yang berdesakan, kita membayar sama dengan mereka yang duduk, tapi kita berdiri, bahkan terdorong kesana kemari.
4.      Hindari juga naik bis yg tidak ada penumpang, karena kamu akan dioper ke bus lain, atau bertemu dengan orang yang tidak dikenal yang membahayakan
5.      Pilih bis dengan sopir atau kondektur yang baik. ciri-cirinya mereka berwajah kalem, tiap hari jumat pake peci, suka tersenyum, dan yang utama tidak berteriak di depanmu. Sehingga perjalananmu akan terasa nyaman.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita naik kendaraan umum. Lebih penting dari semua itu adalah kita harus membayyar sesuai tarif yang sudah ditentukan, jika merasa terlalu lebih, mintalah kembalian ke kondektur, jangan malu dan jangan takut, atau uang kalian akan lenyap.
Kendaran umum  telah menjadi bagian dari hidup manusia, selain sebagai sumber mata pencaharian, juga sebagai alat transportasi yang mudah dicapai. Oleh karena itu gunakan sebaik-baiknya, jangan suka mencopet atau mengganggu karena akan merusak kenyamanan dalam naik bus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN OBSERVASI TAMAN PINTAR

A.     DESKRIPSI TAMAN PINTAR 1.       Sejarah Taman Pintar Taman Pintar merupakan obyek wisata pendidikan keluarga di Kota Yogyakarta yang menawarkan wahana belajar sekaligus rekreasi yang komplit untuk anak-anak, mulai dari usia pra sekolah hingga tingkat sekolah menengah. Rentang usia kelompok sasaran ini dipilih karena dipandang sebagai generasi penerus bangsa yang potensial untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di dalam taman yang digagas oleh Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, SE.Akt, MM, dan dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi ini, terdapat enam zona dengan bermacam wahana bermain dan belajar yang disertai alat peraga iptek. Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung dapat langsung menyaksikan dan mencoba hasil karya inovasi teknologi dan permainan dari pelbagai wahana tersebut. Di Indonesia, terbentuknya taman semacam ini diawali dengan berdirinya pusat peragaan iptek yang berlokasi di Taman M...

perubahan Sosial Budaya di Terminal Giwangan

Perubahan sosial adalah suatu keadaan yang berbeda dari keadaan awal dan sesudahnya peristiwa itu terjadi. Karena ada tiga indikator yaitu: faktor penyebab, proses, dan dampak. Terminal giwangan adalah salah satu contoh penyebab adanya perubahan sosial di daerah Yogyakarta, khususnya masyarakat Giwangan sendiri.

share everything

ketika aku merasa gagal akan segala hal, kau mengjarkan bahwa aku masih beruntung memiliki wanita kuat sepertimu.  memang jauh di mata, tapi dekat di hati. Memiliki perasaan yang tiada tara habisnya. tanganmu, tak pernah membelai rambutku, yang kini mulai menipis, banyak yang rontok, sudah tidak seperti dulu, ketika kau bilang, rambutku sepertimu, mengembang tebal, dan terlalu banyak. tapi, aku tahu, kau mengirimkan belaianmu lewat doa-doamu, Tuhan mengirimkan kasih sayangmu yang jauh disana. meskipun aku tak pernah bagaimana dekapanmu, yang kata orang, dekapan dari wanita sepertimu, mampu menghilangkan seribu kesedihan, tapi aku tak pernah tahu bagaimana rasanya. yang aku tahu, dekapan itu adalah dekapan dari Tuhan yang mengirimkan dekapan darimu.  ketika aku merasa bahwa ketidakadilan itu serasa mencekik kehidupanku di masa ini, aku akan merasa sangat berdosa jika melupakanmu dari semua perjuangan yang telah engkau berikan.saat aku merasa aku berjuang sendiri, aku menco...