Ruang 3x3 meter ini, kini seperti markas rahasia untukku. Meski sebenarnya aku juga masih ragu dengan ukuran yang sebenarnya dari ruangan ini. Berisi 1 tempat tidur, 1 meja belajar, dan 3 lemari kecil, yg membuat ruangan ini menjadi terasa sempit. Kata nenekku, ini kamarku, tp dulu dibuat untuk jd kamar nenek buyud. Setelah nenek buyud meninggal, ruangan ini resmi menjadi kamarku. Kamar yang membuatku kesetrum sampai terjatuh di kasur, kamar dimana mamah tidur denganku dan tiba2 bertanya "deta, udah punya pacar?" padahal waktu itu aku baru kelas 5 SD. Tp dalam hati aku menjawab "sebenarnya aku naksir teman sekelas". Lalu mamah menemaniki tidur dgn segala nasehatnya. Kamar yg pernah ku tempeli stiker finalis AFI indosiar yg sangat terkenal kala itu. Bahkan seluruh dinding penuh dengan wajah-wajah finalis AFI, yg sekarang aku sudah lupa nama dan wajahnya. Kamar tempatku berimajinasi, bermimpi, dan belajar agar lulus SD. Kamar dimana dibawah tempat tidur kusimpan surat cinta rahasiaku bersama anak SMP di dekat rumah. Kupikir bawah kasur adalah tempat teraman agar tidak diketahui nenekku. Semakin dewasa, kini aku menyadari, kau tak bisa menjaga rahasia dr orang tua. Bahkan semut kecil di pojokan kamar yg tak ku lihat saja, nenekku bisa tahu.
Beberapa pecahan mimpi terbayang di kamar ini, lalu ku tinggal pergi, sampai aku tak punya kamar sendiri di rumah, karena seringnya tinggal jauh dari rumah. Kamar ini tak pernah berubah, meski belasan tahun aku pindah-pindah ke kamar yang lain. Aku selalu menemukan kenyamanan dimanapun kamarku berada. Ruang 3x3 meter di rumah ini, kini kembali menjadi kamarku. Mendengar keluh kesahku, dan menjadi saksi bisu aku menyusun kepingan mimpi yang baru.
A. DESKRIPSI TAMAN PINTAR 1. Sejarah Taman Pintar Taman Pintar merupakan obyek wisata pendidikan keluarga di Kota Yogyakarta yang menawarkan wahana belajar sekaligus rekreasi yang komplit untuk anak-anak, mulai dari usia pra sekolah hingga tingkat sekolah menengah. Rentang usia kelompok sasaran ini dipilih karena dipandang sebagai generasi penerus bangsa yang potensial untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di dalam taman yang digagas oleh Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, SE.Akt, MM, dan dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi ini, terdapat enam zona dengan bermacam wahana bermain dan belajar yang disertai alat peraga iptek. Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung dapat langsung menyaksikan dan mencoba hasil karya inovasi teknologi dan permainan dari pelbagai wahana tersebut. Di Indonesia, terbentuknya taman semacam ini diawali dengan berdirinya pusat peragaan iptek yang berlokasi di Taman M...
Komentar
Posting Komentar