selamat malam bunga-bunga kering yang masih saja kuat bertahan pada sungai tak berair. kali ini aku berdiri pada tepi tebing dan siap jatuh. sungguh mengerikan. aku tak tahu apa yang ada di dasar jurang itu. mungkin duri-duri beracun atau ada tangga baru untuk mendaki puncak lain yang lebih tinggi dan lebih baik. semoga saja itu, tapi aku tahu apa yang ada di dasar jurang itu. seperti cerita mengambil keputusan tanpa memperhitungkan untung ruginya. seperti bunga kering yang ingin tetap hidup namun tidak ada air disekitarnya. sungguh membingungkan. aku masih menjadi bunga kering. besok adalah awal ceritaku untuk terjun pada dari tepi tebing. aku tak peduli bagaimana rasanya jatuh, bukankah sebuah keputusan bagaimanapun itu, tetap akan menghasilkan sesuatu yang membahagiakan. Tuhan selalu punya rencana yang tak pernah kita tahu. jangan mendahuluiNya. maka keputusanku berani untuk jatuh, karena aku yakin Ia mampu dan lebih mampu dari siapapun juga untuk membangkitkanku dari rasa sakit. Jatuh adalah proses menemukan hidupku yang sebenarnya. maka di tepi tebing, sebagai bunga kering, aku berharap jatuh pada lautan air yang mampu menghidupkanku kembali.
malam ini, aku duduk di tepi tebing, menulis segala rencana, menyiapkan semua senjata, siap terjun esok hari dengan amunisi penuh tanpa rasa takut. apakah aku terlalu yakin? apakah salah jika aku merasakan hal ini? bukankah untuk menemukan dunia yang kita inginkan kita harus punya banyak keberanian, agar mengetahui mana yang harus kita pilih atau tidak untuk menciptakan dunia kita. proses ini tidak akan berhenti, terjun dan terus akan terjun.
akan banyak kemungkinan di bawah jurang sana. aku tak akan bisa menaiki puncak jika aku belum tahu dasarnya. malam ini, aku katakan pada hatiku sendiri, si bunga kering, siap-siap bertemu segala kemungkinan di dasar jurang sana, dan mulailah belajar untuk mencintai keputusanmu sendiri.
Yogyakarta, 13 Agustus 2013
di kamar kos yang indah
Komentar
Posting Komentar