Langsung ke konten utama

curhat 2

selamat malam bunga-bunga kering yang masih saja kuat bertahan pada sungai tak berair. kali ini aku berdiri pada tepi tebing dan siap jatuh. sungguh mengerikan. aku tak tahu apa yang ada di dasar jurang itu. mungkin duri-duri beracun atau ada tangga baru untuk mendaki puncak lain yang lebih tinggi dan lebih baik. semoga saja itu, tapi aku tahu apa yang ada di dasar jurang itu. seperti cerita mengambil keputusan tanpa memperhitungkan untung ruginya. seperti bunga kering yang ingin tetap hidup namun tidak ada air disekitarnya. sungguh membingungkan. aku masih menjadi bunga kering. besok adalah awal ceritaku untuk terjun pada dari tepi tebing. aku tak peduli bagaimana rasanya jatuh, bukankah sebuah keputusan bagaimanapun itu, tetap akan menghasilkan sesuatu yang membahagiakan. Tuhan selalu punya rencana yang tak pernah kita tahu. jangan mendahuluiNya. maka keputusanku berani untuk jatuh, karena aku yakin Ia mampu dan lebih mampu dari siapapun juga untuk membangkitkanku dari rasa sakit. Jatuh adalah proses menemukan hidupku yang sebenarnya. maka di tepi tebing, sebagai bunga kering, aku berharap jatuh pada lautan air yang mampu menghidupkanku kembali. 
malam ini, aku duduk di tepi tebing, menulis segala rencana, menyiapkan semua senjata, siap terjun esok hari dengan amunisi penuh tanpa rasa takut. apakah aku terlalu yakin? apakah salah jika aku merasakan hal ini? bukankah untuk menemukan dunia yang kita inginkan kita harus punya banyak keberanian, agar mengetahui mana yang harus kita pilih atau tidak untuk menciptakan dunia kita. proses ini tidak akan berhenti, terjun dan terus akan terjun. 
akan banyak kemungkinan di bawah jurang sana. aku tak akan bisa menaiki puncak jika aku belum tahu dasarnya. malam ini, aku katakan pada hatiku sendiri, si bunga kering, siap-siap bertemu segala kemungkinan di dasar jurang sana, dan mulailah belajar untuk mencintai keputusanmu sendiri. 

Yogyakarta, 13 Agustus 2013
di kamar kos yang indah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN OBSERVASI TAMAN PINTAR

A.     DESKRIPSI TAMAN PINTAR 1.       Sejarah Taman Pintar Taman Pintar merupakan obyek wisata pendidikan keluarga di Kota Yogyakarta yang menawarkan wahana belajar sekaligus rekreasi yang komplit untuk anak-anak, mulai dari usia pra sekolah hingga tingkat sekolah menengah. Rentang usia kelompok sasaran ini dipilih karena dipandang sebagai generasi penerus bangsa yang potensial untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di dalam taman yang digagas oleh Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, SE.Akt, MM, dan dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi ini, terdapat enam zona dengan bermacam wahana bermain dan belajar yang disertai alat peraga iptek. Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung dapat langsung menyaksikan dan mencoba hasil karya inovasi teknologi dan permainan dari pelbagai wahana tersebut. Di Indonesia, terbentuknya taman semacam ini diawali dengan berdirinya pusat peragaan iptek yang berlokasi di Taman M...

perubahan Sosial Budaya di Terminal Giwangan

Perubahan sosial adalah suatu keadaan yang berbeda dari keadaan awal dan sesudahnya peristiwa itu terjadi. Karena ada tiga indikator yaitu: faktor penyebab, proses, dan dampak. Terminal giwangan adalah salah satu contoh penyebab adanya perubahan sosial di daerah Yogyakarta, khususnya masyarakat Giwangan sendiri.

share everything

ketika aku merasa gagal akan segala hal, kau mengjarkan bahwa aku masih beruntung memiliki wanita kuat sepertimu.  memang jauh di mata, tapi dekat di hati. Memiliki perasaan yang tiada tara habisnya. tanganmu, tak pernah membelai rambutku, yang kini mulai menipis, banyak yang rontok, sudah tidak seperti dulu, ketika kau bilang, rambutku sepertimu, mengembang tebal, dan terlalu banyak. tapi, aku tahu, kau mengirimkan belaianmu lewat doa-doamu, Tuhan mengirimkan kasih sayangmu yang jauh disana. meskipun aku tak pernah bagaimana dekapanmu, yang kata orang, dekapan dari wanita sepertimu, mampu menghilangkan seribu kesedihan, tapi aku tak pernah tahu bagaimana rasanya. yang aku tahu, dekapan itu adalah dekapan dari Tuhan yang mengirimkan dekapan darimu.  ketika aku merasa bahwa ketidakadilan itu serasa mencekik kehidupanku di masa ini, aku akan merasa sangat berdosa jika melupakanmu dari semua perjuangan yang telah engkau berikan.saat aku merasa aku berjuang sendiri, aku menco...