Langsung ke konten utama

Postingan

Abu-Abu atau Pelangi

sahabat pelangiku SMA Masa muda, masa yang berapi-api. Mungkin itulah jargon yang menghantui hati setiap remaja, tak terkecuali aku. Mulai menginjakkan kaki di SMA, duniaku serasa banyak warnanya. Bukan hitam, bukan pula putih atau hanya sekedar abu-abu, lebih dari itu. Duniaku SMA, seperti ada pantulan pelangi setiap hari dari langit yang jatuh dalam kisahku. Berawal dari masuk SMA yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan. Sekolah kecil, yang hanya terdiri dari tiga kelas, muridnya sedikit, gurunya juga sedikit. Parahnya, kepala sekolahnya adalah kakekku. Menyebalkan, aku harus berada satu sekolah dengan kakekku, dan bisa dibayangkan bagaimana teman-teman, kakak kelas, dan guru-guru memandangku keheranan. Sungguh tidak mengenakkan diawal menghormati bendera, saat upacara sebelum MOS dimulai. Mencium baunya SMA saja serasa tidak enak. Suasana MOSpun tak lebih dari sekedar suasana yang amat membosankan, dibanding harus memakai atribut orang gila seperti sekolah lain. Mungkin ...

Gara-gara 2 film Galau

ket. Film Radio Galau fm Dua hari yang lalu aku baru aja liat film Kambing Jantan punya Raditya Dika. Oke, aku tahu, itu film udah diputer pas aku masih SMP. Sekarang umur aku udah 20 tahun, pasti orang bakal ngomong aku katro. Biarkan orang berkata apa, karena senyatanya orang-orang disekitar aku malah ada yang belum nonton. Kesimpulannya aku hidup di lingkungan yang tingkat pergaulannya rendah. Tapi kalau misalnya aku nonton itu film pas SMP, aku nggak bakal bisa nangkap maksud dari film. Belum saatnya otakku yang masih unyu unyu lembut ngeliat film itu di umur 14 tahun. Malah yang ada aku tangkap dengan mentah-mentah. Malah mikir kalo pacaran manggil kebo dan kambing itu romantis. Kalo aku nonton sekarang, mikirnya kan jadi lain, ada nilai-nilai yang bisa aku dapet dari film. Harus bisa menangkap dengan intelektualitas yang tinggi. Aku kan mahasiswa coy, bergaya pinter dikit laah, nggak ada yang tahu juga kan IPK yang aku dapet berapa, yang penting keliatan pinter ngomongnya. ...

Banjir Jakarta dari Masa Ke Masa

Melihat Jakarta saat ini, memunculkan keprihatinan dari masyarakat Indonesia. Jantung kota dari Indonesia tersebut lumpuh, karena hampir seluruh Jakarta terendam banjir. Peristiwa banjir   kemarin (17/01) bisa dibilang menjadikan Jakarta sebagai kota mati yang penuh dengan air. Jika sudah seperti ini, akan banyak timbul kontroversi disana sini, sebagian menyalahkan pemerintah, sebagian menyalahkan masyarakat yang tak mau menjaga lingkungan, dan sebagian yang lain, mulai melakukan gerakan peduli lingkungan. Sayangnya, kepedulian terhadap lingkungan ini datang ketika peristiwa banjir ini datang, bahkan sampai memakan korban jiwa.   Ada baiknya jika peduli lingkungan ini kita lakukan sedari hal-hal kecil,ketika banyak orang menyerukan untuk membuang sampah pada tempatnya, sebaiknya diri sendiripun memunculkan rasa kesadaran bahwa hal kecil membuang sampah pada tempatnya memberikan manfaat yang luar biasa hebatnya. Perlunya pengetahuan sejarah mengenai banjir menjadi penti...

Si MANJA, si BIJAKSANA dan si PEMALU dalam Teori “Psikoanalisis” dari Sigmund Freud

Menurut Sigmund, perkembangan kepribadian itu ada tiga, yaitu : ID, ego, dan Super ego.   Itu bukan nama-nama makanan, bukan pula nama mainan, itu nama orang, eh maksudnya itu nama untuk perkembangan kepribadian seseorang. yuk kenalan sama mereka. Pertama, kita kenalan sama si ID. Jangan baca I DE, tapi baca ai di (logat inggris)hahaha.. si ID ini agak manja ya wataknya. Karena dia gampang sekali menginginkan sesuatu. Oh ya, ID ini temen baik buat kita, karena dia temenin kita dari jaman kita ceprol dulu, maksudnya temenin dari bayi. Karena si ID ini manja buanget, maka dia selalu beri dorongan buat mencari kepuasan diri. Seperti hal-hal kecil aja, kalau laper   langsung makan, kalau sakit ya nangis, kalau lagi sendiri yang pengen diperhatiin. Kenapa demikian?

Sosiologi keluarga: It’s a Family

Family atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan keluarga. Tahu nggak apa itu keluarga? Sering denger kan? Bahkan kita jg bagian dari keluarga lhooooooh.. keluarga lebih mudahnya dipahami sebagai suatu kesatuan sosial terkecil dalam masyarakat   yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang dibentuk atas dasar perkawinan. Nah loooh, kalo sama nenek kakek bukan keluarga dwonk? Terus tante, om, sepupu itu siapa? Bukan keluarga jugaa?

teori sosiologi klasik yang sik asik

EDISI : Auguste Comte Tahu Auguste Comte nggak? Masih pikie-pikir.. ah lama dweh, ini dia, beliau yang disebut bapak Sosiologi. Katakanlah Sosiologi ini adalah anak dari si bapak Comte ini, meski nggak  tahu ibunya siapa.. nah, loh jangan dipikir terlalu panjaaaaang, karena yang penting dari papah Comte ini adalah terongnya, eh teorinyaaaa... Papah Comte terkenal dengan 2 teorinya yaitu Social Static and Social Dynamic. Ya ampuuuuuuuun, apa itu? Sabar sabar, ini tidak akan terlalu sulit.. kalian nggak akan botak seperti para pencetus teori2 sosiologi. Cukup pelajari ini..

Analisis Mengenai Mobilitas Sosial

ANAK BAKUL SAYUR JADI DOKTOR Prof Dr FG Winarno, Faisal Basri MA, Dr Purwadi, dan Ir Muhammad Shobirin berasal dari keluarga berbeda dan tidak saling mengenal. Tetapi, ada kesamaan pada keempatnya, mereka berhasil melakukan mobilitas sosial melalui pendidikan. Pasangan Rijan dan Yatinem bakul sayur kecil yang menjajakan dagangan dengan keliling kampung di Rejoso, Nganjuk. Tetapi, putra mereka, Purwadi (37), berhasil menjadi doktor dan kini mengajar di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.