Menurut
Sigmund, perkembangan kepribadian itu ada tiga, yaitu : ID, ego, dan Super ego.
Itu bukan nama-nama makanan, bukan pula
nama mainan, itu nama orang, eh maksudnya itu nama untuk perkembangan kepribadian
seseorang. yuk kenalan sama mereka. Pertama, kita kenalan sama si ID. Jangan baca
I DE, tapi baca ai di (logat inggris)hahaha.. si ID ini agak manja ya wataknya.
Karena dia gampang sekali menginginkan sesuatu. Oh ya, ID ini temen baik buat
kita, karena dia temenin kita dari jaman kita ceprol dulu, maksudnya temenin
dari bayi. Karena si ID ini manja buanget, maka dia selalu beri dorongan buat
mencari kepuasan diri. Seperti hal-hal kecil aja, kalau laper langsung makan, kalau sakit ya nangis, kalau
lagi sendiri yang pengen diperhatiin. Kenapa demikian?
Karena si ID ini selalu
menuntut pemenuhan langsung dari keperluan dasar, seperti perhatian,
keselamatan, makanan, seks, dst. Tapi si MANJA ID ini bisa terbentur dengan
kebutuhan orang lain, khususnya orang tua. contohnya aja : kita pasti pengen
dapet perhatian khusus dari orang tua kan, tapi orang tua kita sibuuuuuuuuk
banget.. nah disitulah ID kita terbentur oleh kebutuhan akan orang lain.
Kedua
kenalan sama si BIJAKSANA yang dipanggil Ego. Kenapa Ego bijaksana? Karena Ego
ini adalah kekuatan penyeimbang antara ID dan tuntutan masyarakat yang
meredamnya. Si BIJAKSANA Ego ini, datang untuk mengadaptasi keadaan si MANJA,
yaitu ID tadi.
Ketiga
kenalan sama si PEMALU, yaitu super ego. Super ego ini mewakili kebudayaan
dalam diri kita, seperti nilai dan norma yang telah kita internalisasikan dari kelompok
sosial kita. Super ego ini memicu rasa bersalah, rasa malu, ketika kita
melanggar peraturan sosial, itulah mengapa dia disebut si pemalu.
Hubungan
id-Ego-Super ego
Ø Jika
id lepas kendali, menurut Freud kita mengikuti hasrat kita akan kesenangan dan
melanggar norma masyarakat.
Ø Jika
superego lepas kendali kita menjadi terlalu kaku dalam menaati peraturan, lalu
menjumpai diri kita terbelenggu oleh suatu pengekang berupa peraturan yang
menghambat kehidupan kita
Ø Ego,
kekuatan penyeimbang mencoba mencegah agar superego dan iD tidak dominan
Ø Pada
individu yang secara emosional sehat, ego berhasil menyeimbangkan tuntutan
antara id, dan super ego, namun pada individu yang tidak mampu menyesuaikan
diri, ego tidak dapat mengendalikan konflik melekat antar id dan super ego, dan
hasilnya ialah kebingungan internal dan perilaku bermasalah.
Komentar
Posting Komentar