EDISI : Auguste
Comte
Tahu
Auguste Comte nggak? Masih pikie-pikir.. ah lama dweh, ini dia, beliau yang
disebut bapak Sosiologi. Katakanlah Sosiologi ini adalah anak dari si bapak
Comte ini, meski nggak tahu ibunya
siapa.. nah, loh jangan dipikir terlalu panjaaaaang, karena yang penting dari
papah Comte ini adalah terongnya, eh teorinyaaaa...
Papah
Comte terkenal dengan 2 teorinya yaitu Social
Static and Social Dynamic. Ya ampuuuuuuuun, apa itu? Sabar sabar, ini tidak
akan terlalu sulit.. kalian nggak akan botak seperti para pencetus teori2
sosiologi. Cukup pelajari ini..
Perhatikan pada kata Social Static, disitu ada static
bukan? Static itu artinya dalam keadaan diam, tidak aktif atau tidak
melakukan apa2. Kalo sosial pasti tahu kan, itu kan makanan kita dari kita SD,
yaitu hubungan timbal balik yang ada dalam masyarakat. Jadi Sosial Static itu
artinya Hubungan timbal balik antara lembaga kemasyarakatan yang terjadi saat
ini. Jadi yang dikaji itu cuma saat ini doang, nggak peduli sama kejadian masa
lalu, atau masa depan, yang penting kejadian sekarang. kata kuncinya ada di
Static. Karena Static itu kan nggak melakukan apa2, jadi ya cuman ada di masa
sekarang doank.
Social dynamic juga
nggak jauh jauh dari social static kok, mau
tau? Kata kuncinya ada di dynamic atau bisa disebut dengan dinamis. Dinamis artinya
berkembang, berubah-ubah. Sosial dynamic ini kebalikan dari social static, kalo
social static itu tentang hubungan timbal balik di masa sekarang, kalo social
dynamic mengenai perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu. Inget, kata kuncinya
ada di Dynamic, yang artinya berkembang. Nah Social Dynamic ini nggak sendiri..
dia punya 4 anak yang dlahirkan dari perkembangan masyarakat, yaitu:
a.
The
Law Of three stage
b.
The
law hierarchie of science
c.
The
law of correlation of the practical activities
d.
The
law of correlation of feeling
Susah
banget yak namanya. Itu mudah dipahami. Untuk yang A sebut saja dia si TIGA. Karena
dia punya tiga tingkat tentang perkembangan manusia. tingkat yang dimiliki tiga
ini yaitu :
1. Tahap
teologi, tahap ini manusia masih banyak percaya bahwa benda-benda itu memiliki
jiwa atau roh.. hihihihihi. Seperti animisme, politheisme, dan monotheisme.
2. Tahap
metafisik, di tahap ini manusia mulai mempercayai kejadian alam yang yang
dihubungkan degan kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia. misalnya, ada
burung gagak terbang, dianggap akan ada yang meninggal.
3. Tahap
positivis, nah ditahap ini manusia udah mulai pinter. Karena udah muncul ilmu
pengetahuan, dan manusia mulai menguji fakta-fakta dengan observasi maupun
dengan cara yang ilmiah.
Untuk
yang B kita sebut dia si ILMU, karena mempunyai tingkatan mengenai ilmu. ILMU
punya tingkatan yaitu : Matematika, Astronomi, Fisika, Kimia, Biologi,
Sosiologi. Yang C kita sebut dia si PRAKTIK., karena dia selau memperlihatkan
hubungan tingkat pemikiran manusia dengan organisasi-organisasi masyarakat atau
tindakan –tindakan praktis manusia. dan yang D, kita sebut dia si PERASA,
karena di selalu mengutarakan bahwa masyarakat itu bisa bersatu hanya dengan feeling
atau rasa.
So,
itu adalah teori dari Papah Comte, Bapaknya Sosiologi, selamat berkenalan
dengan Social Static, Social Dynamic,
si TIGA, si ILMU, si PRAKTIS, dan Si PERASA. Selamat Belajar. J

Komentar
Posting Komentar